Saturday, May 5, 2012

Heartbeat Love

* Gue baru aja selesai menjalankan masa-masa jadwal tidur ga beres (re : Mid Term).  Mid Term kali ini cukup membuat gue stress, terutama untuk mata kuliah yang SKS nya jumbo, mengingat kembali H-1 ujian mata kuliah itu : gue belajar 18 jam non-stop -.- , cukup mengenaskan. Tapi Puji Tuhan nilainya memuaskan :). Butuh banyak doa untuk hasil ujian yang lainnya ~ Want to say : Thank You God for Your unlimited love :) , thank you dear A, for your unlimited support and always be there for me, thank you my family (Mom, Dad, Sis, Bro) and also my friends :)

* Semalam gue nonton satu micro film dari Taiwan, judulnya "Heartbeat Love" - "再一次心跳" yang dibintangi oleh Show Luo dan Rainie Yang. Really awesome! 


Synopsis :
Heartbeat Love is a miniseries (5 episodes) that chronicles the love story between two travellers (Show and Rainie) who happen to share a hotel room in Australia by accident. Rainie initially mistakes Show for being gay, but eventually discovers that he is straight, resulting in a very angry Rainie! However, through the whole trip, the two of them grow close and end up confiding their innermost thoughts and emotions to each other. 


Review : 
Micro film ini kalau ga salah (bener) tayangnya online, dan juga katanya, episode (part) 1 mencapai 3.000.000 viewers ! Ceritanya mungkin memang standar kalo menurut kebanyakan orang, tapi dari sudut pandang gue, gue menyimpulkan bahwa micro film ini : Short...Simple..Great and Really Awesome !

Ceritanya memang pendek (tidak memakan durasi waktu yang panjang , setiap part hanya kurang lebih 10 menit dan totalnya ada 5 part). Tapi justru di sanalah letak kekuatannya bagi gue, cerita yang tidak membosankan (walaupun memang standar tentang drama percintaan) , karena ada teka-teki di dalamnya yang membuat kita penasaran dan hanya bisa ditemukan jawabannya di akhir cerita. Penghayatan yang kuat dari masing-masing karakter dalam film ini membuat suatu cerita yang simple terasa sangat menakjubkan. Satu lagi poin penting dalam film ini adalah : setting tempatnya berlokasi di Australia ! Soo damn beautiful ~
Kata-kata (dialog) yang gue ingat dalam film ini [gue terjemahin ke dalam bahasa gue sendiri :) ] :
- Waktu itu adalah milik kita sendiri - Li Wei Cheng (Show) ; Ini diucapkan ketika Xiao Yu (Rainie) bertanya kenapa Li Wei Cheng datang ke Australia. Li menjawab bahwa selama ini dia selalu sibuk bekerja nine to five, sama sekali tidak memiliki waktu luang untuk berlibur, dan saat itu dia tersadar, bahwa waktu itu adalah milik dia sendiri, maka lakukanlah apa yang ingin kita lakukan.

- Selama jantungku masih berdetak, maka aku akan terus mencintaimu - Li Wei Cheng (Show) ; Ini diucapkan ketika mereka tengah mengarang cerita bohongan kepada orang-orang yang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih - tapi sesungguhnya, kalimat ini diucapkan dengan oleh Li dengan jujur :)

Film ini entah kenapa membangkitkan semangat gue , entah kenapa, inti yang gue dapat dari film ini justru bukanlah tentang kisah percintaan mereka, melainkan adalah suatu pandangan tentang kebebasan dan keberanian. Gue sempat berniat membatalkan perjalanan gue ke suatu tempat di luar Indonesia, karena gue merasa takut jika gue harus pergi sendiri. Tapi, tiba-tiba gue merasa, menikmati perjalanan sendirian, why not? what's wrong? :) Mencoba untuk menikmati dunia dari suatu tempat yang berbeda dan dari sudut pandang yang berbeda bagi gue sekarang terasa sangat menakjubkan ~ Seperti Xiao Yu yang dalam film ini menemukan suatu tempat yang membuatnya terpesona dan begitu terikat , yaitu Pulau Tasmania (Bagian dari Australia). Mungkin saja suatu saat, gue bisa menemukan suatu tempat demikian yang bisa membuat gue takjub :) [and maybe Australia will be my next target! :D ]
 
* Di atas langit masih ada langit :) - Tiba-tiba merasa gue ini kagak ada apa-apanya kalau dibandingkan sama teman-teman yang sukses di luar sana (yah, memang seharusnya tidak boleh membanding-bandingkan diri dengan orang lain). Hanya saja terkadang, merasa bahwa tidak seharusnya orang-orang menilai kita dari "prestasi", belakangan ini gue bertemu dengan banyak pihak yang sangat "subjektif" (menurut gue). Bagi mereka, jika anda tidak memiliki prestasi maka mereka tidak akan mengenal anda, namun ketika anda bisa mengukir suatu prestasi yang hebat, maka anda akan dijunjung setinggi mungkin. Apakah mereka pernah berpikir bahwa ada beberapa orang yang memilih untuk tidak meraih prestasi karena halangan-halangan yang mereka miliki ? Well, ini dari sudut pandang gue. Seperti yang gue bilang, things are unpredictable, you judge others, others judge you, because that's life...

* Satu hal yang sangat mengganggu gue belakangan ini adalah perbedaan pendapat gue dengan seorang teman. Oh dear, how can you judge me like that ?

* Postingan kali ini : panjang , terlalu banyak keluh kesah dan sangat random :p. I'm so sorry ~