Posts

Featured Post

8 Days Trip : Macau - Shenzhen - Hongkong (Prologue)

Liburan bareng ke luar negeri yuk !
Ide yang tercetus saat lagi mumet selama peak season tahun lalu. Berawal dari sanalah, semua persiapan mulai dilakukan. Kali ini ngga main-main loh, walaupun belum tahu negara tujuannya. Dari gencar browsing tiket yang akhirnya menentukan tempat tujuan sampai dengan booking hotel, tiket atraksi hingga bikin detail itinerary. Semua dirembuk barengan. Hmm, sebenarnya mostly Rafike, Kristi dan Galuh sih yang lebih berkontribusi, sisanya lebih kayak tim suporter, hehehe. 
Tujuan dan jadwal Macau - Shenzhen - Hongkong. 04 - 11 June 2015. Ada yang sadar kalau tujuan kami sepertinya terbalik dari yang biasanya sering kita dengar? Iya, emang kebalik. Harusnya kan Hongkong - Shenzhen - Macau. Tapi maklum aja lah yaa, soalnya dapat tiket murah nya versi Jakarta - Macau dan HK - Jakarta nih. Tiket PP kita beli sekitar bulan Agustus 2014. Kebayang kan niat kita buat liburan ini udah menggebu-gebu banget ? :p
Personil Personil untuk trip kali ini ada enam orang. Gue, …

Because.

It’s okay.

Because they don’t know you.
Because you are different.
Because people always judge.
Because you are emotionally tired.
Because you have nobody to blame, but yourself.
Because you have nobody to lean on, but yourself.

It’s okay.

The hardest part is often the first step.

“...Most importantly, you need to be willing to take the risk. The hardest part is often the first step. Plunging into the unknown. Taking the leap of faith. Your body and your mind will scream in resistance. They crave security and predictability. When you start to move, if it’s right, the world will get out of your way and create a path for you. The right doors will open.”
Well said.

[#GegabahTrip] 2018 : Japan (Prologue)

(April 7, 20.50 PM) Currently on our way back to Kansai after almost 7 days getting ‘lost’ in Japan and since there’s still some time for the Shinkansen to arrive at our destination, here’s come a brief prologue about this year’s #GegabahTrip.
Semua berawal dari ke’gegabah’an. Gegabahnya si Galuh yang tiba-tiba bilang mau datang main ke Taiwan dan kemudian lanjut ke Jepang, gegabahnya gue yang langsung lihat kalender dan menemukan adanya long weekend pas awal April di Taiwan dan pas pula sehabis gue selesai release report serta sebelum audit kuartal pertama mulai lagi, gegabahnya si cici gue yang langsung meng’iya’kan tawaran gue untuk ikut dan gegabahnya gue  (dan si cici) yang langsung main booking tiket tanpa mikir dua kali tapi pas lihat tagihan langsung melongo, gegabahnya si cici yang satu malam sebelum keberangkatan dapat pemberitahuan bahwa flight schedule-nya dicancel secara sepihak oleh AirAsia (padahal udah bayar full tiketnya, #kzl banget ga sih?) dan akhirnya langsung book…

.

You keep a lot to yourself, just because it’s so difficult to find someone who will understand. Cliche, but true. You feel that you are carrying a heavy burden in your life, but you just can’t give up, and even can’t complain. They say you have a happy family, a lot of best friends, and even a good relationship that everyone is jealous of. But, you still feel lonely. You think that the more successful you are, the more people would be excited and happy for you. But actually, people just become jealous and you make the gap widens. You’re trying so hard to make everything better than before, but it’s still not enough, everything is falling apart.

[#GegabahTrip] Chapter 7 : Annyeong, Seoul !

Image
Minggu, 22 Mei 2016

Akhirnya tiba juga hari terakhir kami di Seoul. Gak pengen pulang euy! Masih banyak banget tempat yang belum kami kunjungi dan makanan yang belum kami nikmati di sini. Tapi apa daya ya, jatah cuti dan kondisi kantong membuat kami mau tak mau harus merasa puas dan bersyukur dengan apa yang sudah kami dapatkan selama beberapa hari ini :)
Pagi ini kami awali dengan perburuan oleh-oleh ke Myeongdong shopping street lagi. Iya, lagi. Soalnya pas malam sebelumnya datang ke sini, ada beberapa toko yang udah tutup, jadi balik lagi deh pagi ini, yang ternyata malah kepagian, belum pada buka. Akhirnya kami keliling-keliling bentar sambil nunggu toko pada buka dan dapetin barang-barang yang sesungguhnya mostly adalah titipan !  


Selesai belanja, kami melanjutkan perjalanan ke Namdaemun Market, salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua di Korea Selatan, yang juga menjadi salah satu pusat oleh-oleh yang paling direkomendasikan. Cus !


Gak cuma oleh-oleh, pasar ini juga menyugu…

[#GegabahTrip] Chapter 6 : Before the Last Chapter.

Image
Sabtu, 21 Mei 2016

Walaupun sudah memasuki hari-hari terakhir sebelum harus kembali ke rutinitas mencari sebongkah berlian dan juga kantong yang semakin menipis, semangat kami untuk menjelajahi Seoul tetap membara #eaa. Perjalanan pagi ini kami awali dengan kunjungan ke Gyeongbokgung Palace, istana utama dan terluas di antara lima istana yang ada selama era Dinasti Joseon. Istana ini berada di pusat kota Seoul dan bisa dicapai dengan subway.

Begitu keluar dari stasiun, tempat yang akan terlihat pertama kali adalah National Palace Museum of Korea, namun berhubung waktu pertunjukan pergantian penjaga yang akan kami tonton di Gyeongbokgung Palace ini sudah mepet, maka kami memutuskan untuk tidak masuk ke museum ini dan bergegas menuju loket tiket masuk untuk beli tiket dulu, biar hemat waktu, walaupun sebenarnya pertunjukannya itu bukan di dalam melainkan di luar pintu masuk palace. Fyi, harga tiket masuknya 3000 Won per orang dewasa. 

Pas setelah kami beli tiket, bunyi gendang mulai terden…