Saturday, October 18, 2014

昨天。今天。明天

人生
到底要经过多少次波折
才会得到一个快乐的结局?
有的时候
当你以为
你已经开始要拥有
属于你的那一份快乐的时候
它恰恰就会突然消失不见
不论你再怎么抓住
它还是很轻易的就这么溜走了
也许
昨天的我们还可以像阳光一样灿烂
但今天的我们
却阴暗得就像被黑云挡住了
而明天的我们
还有没有可能再次感受阳光的温暖呢?

Thursday, October 16, 2014

the untold story of me and him

"Kalo kamu sampai putus sama si koko, semua itu pasti salah kamu" - Galuh

"Iya nih, ga perlu ditanya lagi putusnya karena apa, pasti semua itu salah lo ni" - Kristi

Pembicaraan di atas terjadi kira-kira dua minggu yang lalu...

Gue benar-benar cuma bisa melongo aja loh ketika mendengar kedua teman gue ini ngomong kayak gitu. Kemudian bertanya-tanya dalam hati, kenapa mereka bisa sedemikian teganya ama gue. Demi apah coba mereka belain seseorang yang bukan teman mereka, ga pernah ngobrol ama mereka dan even kayaknya belom pernah gue kenalin secara langsung ke mereka. Seseorang yang cuma mereka kenal lewat cerita-cerita gue. Demi apaaaah ? Huks.

Anyway, gue ga putus loh ya, dan ga lagi berantem juga. Amit-amit tjabang baiii ~

Ini ceritanya karena teman-teman gue merasa kasihan ama si Albert, beberapa minggu belakangan ini, gue kan sebenarnya udah bisa pulang tenggo dari kantor, tapi karena beberapa hal, jam pulang gue jadi nanggung gitu, long story short, si Albert tetap kekeuh mau nungguin gue biar bisa nganterin gue pulang, padahal gue udah bilang ke dia supaya pulang duluan aja, jangan nungguin gue. Tapi apadaya, si koko yang satu ini, kalo kata Galuh, setianya kebangetan, tetap mau nungguin gue ampe berjam-jam. Ini baru salah satu faktor yang bikin teman-teman gue mulai berpihak pada Albert. Kemudian, pas gue cerita kalo si Albert tinggalnya di Tangerang, terus setiap pagi pasti nganterin gue ngantor dulu baru dia ke kantor, bertambah lagi lah poin plus Albert di mata mereka *pasti bentar lagi gue dimaki-maki yang baca post ini karena pacar kok dijadiin tukang antar jemput, nguks*

Udah. Segitu aja deh. Ga bakalan habis ngetiknya kalo mau diceritain semua kebaikan yang ada di dirinya. Lagian, kalo diceritain semua, pasti nanti pada berpihak ke si Albert dan kemudian lagi, nanti jadi banyak yang naksir si koko ini.Tak bolehh ! Mengutip kata Chelsea Olivia pas ngomongin tentang Glenn - he is mine ~~~ 

Saat masih muda dan masih unyu-unyu
Sampai pada hari ini, gue akhirnya baru menyadari, kenapa gue bisa jatuh hati dan bertahan segitu lamanya *abisnya belom dilamar-lamar nih #kode* sama dia. He is different from the other guy. Dia ga butuh taktik dan segala macam cerita serta janji manis untuk membuat orang yang dia suka menjadi notice dengannya. Dia ga pernah memandang rendah apa yang menjadi cita-cita ataupun impian orang lain, yang mungkin memang terdengar lucu ataupun ga masuk akal. and the most important thing is when i'm with him, am really could be who I am, without pretending to be someone else :')

Ehem..
Well...yang namanya hubungan, ga selalu berjalan mulus kok. Hubungan telepon aja bisa putus, hubungan listrik aja bisa korslet. Sama kayak hubungan kami berdua yang durasinya ibarat kata kalo kuliah, udah lulus jenjang Strata 1 ini, pasti ada masa-masa sulitnya. Pasti ada masalah-masalah yang harus dihadapi. Tapi, harapan juga pasti ada. Harapan akan masa depan yang bahagia tentunya. Amin.

Thank you for loving me !


P.S : thanks to the randomly person who made me realize about this.

Wednesday, October 8, 2014

The Legend of Noodle [Senopati - Jakarta]

Jjang Myeon ~ Jjang Myeon ~

Enak banget ! Beneran enak ! Pengen lagii ~

Kayaknya baru kali ini kesimpulan review tempat makannya gue taroh di atas, haha, abis gimana donk, enak banget soalnya, bikin ketagihan. Sayangnya tempatnya rada jauh dan harganya rada mahal. Mesti makan rame-rame, sharing gitu baru oke. Kalo ngga, selain mesti keluar banyak uang, makan sendirian lama-lama bisa jadi eneg juga, karena porsinya gede.

Posisi tempatnya di Senopati dekat SCBD, lewatin Harvest sedikit, ada di sisi kiri pas di cabang pertigaan jalan. Banyak orang Korea yang makan di sana, sayangnya bukan oppa-oppa cakep gitu, hahaha *daku kecewaaa*. Kebanyakan adalah paman-paman dan tante-tante yang isi obrolannya adalah bisnis *padahal ga ngerti mereka ngomong apa in Korean haha*.

Pilihan makanannya ga terlalu banyak, dan menunya terpampang di spanduk besar di dinding, ga ada buku menu. Begitu masuk dan duduk, langsung disamperin dan ditanyain mau menu apa. Masalah terbesarnya adalah semua menunya dalam bahasa Korea semuaa, ga ada deskripsinya apa. Kan bikin bingung kann ~ 

Tiga kali gue pergi kesana, menu wajibnya adalah...Jjang Myeon ! selain itu, ada mie dingin, babi asam manis, dan seafood juga.

Jjang Myeon ~
Mie Dingin - Cold Mie
Kalau dilihat, padahal isinya cuma mie yang dikombinasikan dengan beberapa topping, tapi kenapa yaa ini semua makanannya enak banget ~ ? Sampe ke ocha nya pun enak. Btw, ocha nya free, plus free refill. 

Untuk harganya, seperti yang udah gue mention di atas, rada mahal, rata-rata harganya di atas 50k per porsi. Tapiiii, kalo makannya rame-rame, worth it kokk ~ hehe.

Mau kesana lagiiii, tapi dibayarinnn hahaha #kode


16個夏天 - The Way We Were [New Taiwanese Drama]

Setelah Fabolous 30 tamat, gue udah benar-benar kehabisan stock drama yang worth it untuk ditonton. Sampai akhirnya, drama yang diperankan Ruby Lin ini rilis dan mulai tayang di Taiwan. 16個夏天 - The Way We Were. Dari judulnya aja, udah cukup bikin gue penasaran ama jalan ceritanya. Dilanjutkan dengan nonton trailer-nya. Fixed, perfectly worth to watch !

The Way We Were - Image from here
Banyak hal menarik dari drama ini yang membuatnya pantas untuk ditonton, antara lain :

- Alur cerita dari tahun 1998 sampai 2014. Sesuai dengan judulnya, 16 tahun, which is 16 kali summer. Alur maju - mundur - maju. Mulai dari masa perkuliahan sampai dengan masa kehidupan berkeluarga dan kerja, kemudian flashback lagi ke tahun-tahun tertentu. Drama ini detail banget. Membawa penonton ikut bernostalgia ke masa-masa remaja, masa-masa kebebasan dan masa-masa kegilaan yang pernah ada. Semua kejadian besar yang pernah terjadi di Taiwan semasa itu, seperti kejadian mati listrik di seluruh kota Taipei dan gempa 921, juga dimasukkan dalam alur cerita drama ini dengan kombinasi cerita dan kejadian yang pas banget. 

The Way We Were - Image from here
- Prolog di setiap episode nya keren banget. Short message dari teman-teman artis Ruby Lin. Beberapa kalimat pembuka dengan topik "farewell" yang cocok banget dengan kisah dalam drama ini. Sejenis curahan hati, ditulis dengan singkat, tapi bisa ngena banget ke hati :'). 

Episode 2 - Prolog from Zhang Zi Yi - Image from here
終有一天可以笑著說出那些曾經的遺憾,終有一天可以含淚道出那些曾經的不見,輕縷髮絲,褶平衣角,心裡的動容為再次相見 - 章子怡 - 
There will be a day, when (we) will be able to smile and talk about the thing(s) (we) once regretted. There will be a day when (we) can, through tears, voice out those time that have passed. Light, thin stray hairs and folded corners of clothes, the heart beats so that (we) can meet once again - Zhang Zi Yi -
- Para pemerannya. Definitely perfect ! Karakter masing-masing pemeran utamanya tergambarkan dengan jelas, mimik wajah, cara berbicara dan lainnya disampaikan dengan sangat baik oleh masing-masing pemeran. Especially, di antara lima pemeran utama yang ada, gue cuma tau Ruby Lin doank, sisanya ga pernah notice, tapi pertama kali lihat acting mereka disini langsung bisa bikin gue terkagum-kagum :)

Cast - Image from here
- Jalan cerita dan pesan yang disampaikan. Ga bisa nebak jalan cerita episode berikutnya kayak gimana dan setiap mulai episode berikutnya, selalu merasa ke-refresh kembali. Kadang udah yakin jalan cerita berikutnya pasti kayak gini kayak gitu, tapi kenyataannya melenceng dari tebakan. Haha. Cerita ini menurut gue sendiri mengandung 4 unsur, persahabatan, percintaan, keluarga, pekerjaan. Bagaimana persahabatan kelima orang ini berjalan dengan munculnya berbagai permasalahan. Bagaimana masing-masing dari mereka akhirnya menyadari kesalahan dan berjuang untuk mendapatkan cinta sejati. Bagaimana interaksi mereka dengan keluarga dan bagaimana masing-masing dari mereka menentukan masa depan pekerjaan, yang berawal dari ketidakjelasan pada masa kuliah hingga memiliki pekerjaan yang mereka inginkan. It's amazing how this drama could perfectly teach us the lesson about the [regret], [beginning], [ending], [forgot], [let go], [give up], [struggling], [farewell], and many more.

The Way We Were - Image from here
Sinopsis :
Kisah dimulai pada masa perkuliahan (1998), Jia Ni (Ruby Lin) menyadari bahwa dirinya telah diselingkuhi oleh kekasihnya (Dylan Guo), dan kemudian menerima tawaran rencana balas dendam yang diusulkan oleh tetangga kos barunya, Wei De (Weber Yang). Jia Ni dan Wei De terlihat tidak pernah akur, tapi sesungguhnya mereka ternyata saling suka, hanya saja telat menyadarinya. Jia Ni memiliki 2 sahabat, Rui Rui (Tiffany Hsu) dan Jun Jie (Melvin Sia). Rui Rui menyukai Jun Jie, tetapi Jun Jie menyukai Jia Ni. Sedangkan Ah Qing (Jason Tsou), sahabat Wei De, ternyata memendam rasa suka pada Rui Rui ! Quite complicated sih sebenarnya, tapi karena beberapa kesalahpahaman dan kejadian tertentu, Jia Ni dan Wei De akhirnya berpisah, 10 tahun kemudian, berjumpa kembali, tapi Jia Ni sudah menikah dengan Jun Jie dan akan segera menjadi seorang ibu. Akankah perasaan yang sudah lama terpendam itu kembali lagi ? akankah Jia Ni dan Wei De berani untuk mengungkapkan isi hati mereka sesungguhnya ? akankah Rui Rui berani memberitahu Jun Jie tentang perasaannya ? akankah semua berakhir dengan bahagia tanpa ada penyesalan ?

Sejujurnya, gue juga penasarann ~ hahaha. Karena sampai saat ini, drama ini baru sampai ke episode 12, huks, masih sisa 4 episode lagi menuju ending. Ga sabar ~~ 

Untuk yang tertarik nonton, bisa refer ke link berikut ini yaaa :

Tuesday, October 7, 2014

Mix Diner & Florist - Mie Mirip Bungkus !

Kalau cuma based on nama tempatnya, ga akan kepikiran kalo ini adalah tempat nongkrong gaul dan...menyediakan menu Indomie mirip sama tampilan bungkusnya. Yang bikin kaget lagi adalah tempat ini ternyata lumayan dekat sama kantor gue. Posisinya persis di dalam SPBU Pertamina Bestindo Mampang. 

Gue kesana pas Sabtu malam, udah bisa ketebak, rame! Tempatnya ada 2 tingkat, tapi rada kecil. Kemudian, lantai dua nya ternyata smoking room gabung sama dapur. Tapi apa boleh buat, pasrah aja dapat di atas atau di bawah, udah ga sanggup lagi nunggu lama. Kurang lebih antri satu jam baru dapat tempat kosong..dan dapatnya di lantai atas :(

Entah karena udah malam dan juga rame, duduk di lantai atas nya jadi berasa ga gitu nyaman. Padahal kalau secara konsep design ruangannya, gue suka banget. Interior designnya bagus ! Sayang aja dijadiin smoking room dan gabung sama dapur. Huks.

Selanjutnya, pas lihat menu, ternyata pilihan Indomie mirip bungkusnya dikit banget, cuma 3 pilihan : Indomie goreng, Kari Ayam, Ayam Bawang. Awalnya kirain pilihannya banyak, huehehehe. Gue pesan Indomie goreng, si Albert pesan yang ayam bawang. Terus, iseng pesan mochi ice cream sama chicken lava (yang banyak direkomendasiin di web).

Indomie Goreng - mirip banget !
Mirip banget ngetttt ~ overall, rasanya sedikit melenceng dari rasa Indomie goreng yang biasa gue makan, karena kan kalo yang ini udah dicampur sama banyak topping, jadi rasanya rada beda. Tapi tetap enak kokk ~

Sama halnya dengan Indomie Ayam Bawang pesanan Albert, tapi kalo yang ayam bawang, ga semirip yang goreng, hehehe. 

Indomie Ayam Bawang !
Untuk menu Indomie-nya gue ga banyak komen, cuma bisa bilang mirip banget dan enak ! Tapi yang rada mengecewakan adalah menu chicken lava nya. Kok kalo gue baca review di web, katanya ini enak banget dan recommended ? Sedangkan yang gue makan, kenapa kesan yang diperoleh adalah dagingnya keras dan sausnya kurang klop ya ? Apa karena udah malam dan terlalu rame ? :(

Chicken Lava
Untuk minumannya, gue cuma pesan es teh tarik dan Albert pesan ice lychee tea, nothing special kalo untuk minumannya. Dessert (mochi ice cream) nya lumayan enak, dapat free pudding :)

Mochi Ice Cream + Free Pudding
Harga makanan disini menurut gue pribadi sih terjangkau dan cocok untuk kalangan mahasiswa juga. Kurang lebih harganya 20k something per menu. Tempat ini kalo ga salah juga ada jual bunga dan/atau biji/bibit bunga. Ketebak dari nama belakangnya - Florist - hehehe.

Saran gue kalo mau ke tempat ini adalah sebaiknya jangan pas Sabtu malam, pasti rame banget dan antri panjang. Tapi kalo ga salah tempat ini juga ga buka setiap hari :( Selain itu, buat yang ga suka merokok/menghirup asap rokok, better pilih duduk di lantai 1, lebih adem juga :)

Semoga next time kesana lagi, menunya udah nambah, pengen nyobain Indomie rasa lain yang mirip ama bungkusnyaaa ~~


Monday, October 6, 2014

Geng Kuliner @ PIK

Entah siapa yang pertama kali mengusulkan untuk wisata kuliner ke PIK. Yang jelas, saking niatnya, kami ampe sewa mobil buat misi ini. Iya, sewa mobil...buat ke PIK doank (=.="). Kasih applause pleaseeee... hahaha. Tujuan pertama kita sesungguhnya adalah Shirokuma, yang lagi happening banget waktu itu. Tapi, entah karena kita terlalu semangat atau memang jadwal buka yang ditempel di pintu kaga bisa dipercaya, Shirokumanya belom bukaa, padahal udah jem sebelas lebih. Kayaknya sih gegara abis diserbu di malam sebelumnya, jadinya di hari Minggu, mereka buka lebih siang.

Singkat cerita, tujuan pertama di PIK jadinya nyasar ke tempat yang sama sekali ga ada di itinerary kami.

#1st stop. Agantea.
Memilih tempat ini karena penampilan luarnya yang cukup menarik perhatian. Unyu-unyu gitu dan sepertinya lumayan cocok untuk dijadikan starter :D

Agantea *
Karena masih pagi dan ga mau terlalu kenyang, kami cuma pesan satu menu dan dua minuman. Beruntungnya, lagi ada promo free side dish, syaratnya cuma posting foto ke instagram dan mention si agantea nya ini. Tentu saja ga mau rugi donk, jadilah dapet juga tambahan free satu side dish. 

Gigantic BBQ Fried Chicken. 38k.
Menu Gigantic ini menurut gue enak. Pas di lidah, ga terlalu kering dan ga terlalu basah. Bumbunya meresap dan dagingnya juga empuk. Selain itu, porsinya pas untuk sharing rame-rame.

Menu yang free - nya, tapi lupa namanya apa :( tapi uenakk
Untuk minumannya, kami pesan yang di-recomend sama cashiernya. Signature Milk Tea sama Red Bean Matcha. Rasanya standard sih kalo menurut gue, seperti rasa milk tea pada umumnya, ga terlalu spesial.

Signature Milk Tea. 22k.
Terlepas dari rasa makanan dan minumannya, menurut gue tempatnya seru dan enak, selain bisa nongkrong dan ngemil, ada mainannya juga, cukup pinjam ke cashier nya pake KTP :)

Agantea
Great place to go !
- Happiness - *
- Happiness - *
Setelah selesai pemanasan perut dan puas main, tentu saja ga lupa untuk foto !

Our first stop. Yay ! *
Selesai dari Agantea udah jam 12-an, coba balik ke Shirokuma lagi, tapi ternyata Shirokuma-nya baru buka jam dua siang. Lamaaa. Akhirnya makan siang dulu deh di Locale.

#2nd stop. Locale 24 Diner and Bar.
Tempat makan dengan design yang super unyu. Mobil ! 

Locale 24 Diner and Bar *
Locale's Bar. *
Memasukkan tempat ini ke list karena referensi dari para food blogger. Tapi sepertinya kami semua salah pesan makanan, jadinya terasa sangat mengecewakan dan ga sesuai dengan ekspektasi :( Rasa makanannya biasaa ajaaa. Huks. A little bit pricey pulaa. Huks huks.

Semua pesanan kamii. Total 344k. *
Gue sama Kristi pesan Crispy Pork Over Rice @40k. Rasanya ? Ga klop. Nasi putih ditambah telor goreng ditambah daging babi dan sayur yang ditumis kecap. Dagingnya keras, yang keingat cuma rasa kecapnya. Ga setimpal sama harganyaa. Huks.

Ocha pesan Nasi Ndut @38k, Ike pesan Spaghetti Aglio Olio @48k yang katanya rada kering. Sedangkan Galuh pesan Grandma's red soup @42k.

Spaghetti Aglio Olio. 48k. *
Grandma's Red Soup. 42k. *
Harga minumannya juga tergolong mahal. Regular tea saja dihargai @22k. Kemudian, semua harga yang ada belum termasuk pajak dan service charge. Mungkin next time lebih baik jangan pesan menu utamanya kali ya, harusnya pesan menu yang unyu-unyu :)

Our 2nd stop. Yihaa ! *
Cara selfie terbaruu ~ Happiness *
Udah kenyang ? Belom ! Terus kemana ? Song Fa Bakut Tehhh ~ Abis dari Locale, kami melangsungkan pembagian tugas. Karena Ike dan Galuh ga bisa ke Song Fa, jadinya mereka dapat tugas mulia untuk tag-in tempat ke Shirokuma dulu. Hahaha. Sedangkan gue, Kristi, Ocha, ga boleh melewatkan untuk icip-icip di Song Fa yang juga lagi hits banget ini. Saking hits nya, kudu rela antri ~

#3rd stop. Song Fa Bakut Teh.


Kudu sabar nunggu ~
Antrian di Song Fa
Song Fa Bakut Teh @ PIK

Pork Rib Soup (S) + Mee Sua Plain + Cakwe (S). Total 106k.
Terjawablah rasa penasaran gue terhadap si Song Fa Bakut Teh ini, ternyata rasanya mirip sama masakan emak gueee, bedanya cuma di rasa lada nya, kalo yang Song Fa, rasa ladanya lebih heboh, lebih banyak...dan juga lebih gurih. Selain daripada itu, sisanya benar-benar berasa persis kayak yang dimasak sama mama. Nguikk.

Poin tambahan untuk Song Fa terletak di service nya, si mba super sabar yang ngurusin antrian, para koko-koko waiter cakep yang gesit, dan cara mereka berkomunikasi dengan pengunjung. Great !

Cukup sekian untuk makanan beratnya. Saatnya move on ke dessert. Buru-buru menyusul Ike dan Galuh yang udah nge-tag-in tempat untuk kita di Shirokuma. Untungnyaa udah nge-tag tempat, ga sanggup liat antriannyaa ~

#4th stop. Shirokuma.

antrian Shirokuma di tengah teriknya matahari saat ituu ~
Boleh dibilang kalo kami cukup kecewa saat itu, karena ternyata mesin untuk menu Affogato yang keren itu lagi rusak. Hukss. Jadi cuma bisa pesan menu yang lain :( padahal kan maunya Affogatooo ~

Matcha #1 *

Matcha #2 *
Matcha #3 *
Sejujurnya...gue merasa sedikit tertipu. Kenapa ? Karena semua menu yang kami pesan sesungguhnya memiliki komposisi yang hampir sama saja, cuma berbeda di bentuk penyajiannya aja. Kalo menurut gue pribadi, rasanya memang enak, tapi untuk porsi pertama saja, begitu masuk ke porsi berikutnya yang mana sama aja isinya, lama-lama bisa jadi eneg juga.

Kebalikannya, gue justru lebih suka sama makanannya, Japadog Kuro ~ enyakk ! Bikin tambah kenyang juga.

Japadog Kuro. 43k. *
Sebelum kami datang, Ike sama Galuh udah sempat pesan satu menu, matcha ice cream juga, kemudian Galuh ada pesan Iced Tea. Total bill untuk semua pesanan kami adalah 239k. Worth it ga ? Lumayan sih. Cuma kebanyakan matcha ice cream nya saja, Kemudia tempatnya ga gitu luas, jadi kalo rame, rada sesak. Ohya, satu lagi, tempat colokan listriknya susah dijangkauu ~ di bawah kursi dan mepet sama lantai, jadi ga bisa colok charger, akibatnya ga bisa update dehh ~ hehehe.

Wajah-wajah kekenyangan ~ *
Masih lanjut ? Masih donk. Tapi kudu istirahat-in perut dulu. Rencananya mau foto-foto di kawasan Sekolah Tzu Chi, tapi sayangnya udah ga bisa masuk seenaknya lagi, cuma bisa foto-foto dari luar.

Hal yang paling wajib dilakukan di abad inii ~ *
Abis dari Tzu Chi, lanjut ke Taman Wisata Mangrove. Jalan keliling dan foto-foto.

Taman Wisata Mangrove. *
Happiness. *
Tempatnya cocok untuk dijadiin lokasi prewedding. Cuma harus tahan ama panasnya. Haha. Puas keliling di Mangrove, lanjut ke pemberhentian terakhir di PIK. Sebenarnya kalo based on itinerary sih, masih banyak banget tempat yang harus dikunjungi, tapi apa daya, hari udah mulai gelap dan udah pada ga sanggup untuk makan banyak lagi, jadinya di-cut deh beberapa tempat tersebut.

#5th stop. Rati-rati.

There is always space for dessert ! Right !

Cheese Berry Roll 4cm. 29k. Enak ! *
Kardinal Coklat 4cm. 35k. * Kalo dibandingin ama Cheese yang di atas, ini terasa agak kurang :(
Walaupun tempatnya ga terlalu luas, tapi cocok untuk bersantai ria menikmati afternoon tea :)

Rati-rati :)
Happiness *
Sekian kisah perjalanan Geng Kuliner di PIK. Untuk dinner, gue ajakin mereka ke Baileys and Chloe ! (boleh nih sekiranya gue dapet promotion fee compliment karena udah sering promosiin Baileys and Chloe, hahaha) 

#6th (last) stop. Baileys and Chloe.

Perfect ending ! Total 198k.
Terimakasih Geng Kuliner. Can't wait for the next trip ! :)

P.S :
*) original photos are credited to Galuh , edited by me. Thank you Gal :)


Featured Post

8 Days Trip : Macau - Shenzhen - Hongkong (Prologue)

Liburan bareng ke luar negeri yuk ! Ide yang tercetus saat lagi mumet selama peak season tahun lalu. Berawal dari sanalah, semua persiapan m...