Tuesday, July 24, 2012

The Queen of SOP - 勝女的代價



Drama yang satu ini hadir di saat yang tepat ! Di saat liburan panjang, di saat kehabisan stock film ~ 

Walaupun sebenarnya udah ketebak jalan ceritanya seperti apa, tapi tetep aja ga bosan buat nonton, karena ada beberapa alur yang sering berbeda dengan prediksi. Salah satu kelebihan dari drama ini adalah pengambilan lokasi di tiga tempat berbeda. London. ShangHai. Taipei. Dipadu dengan spot-spot tempat yang sangat menarik dan cantik :). Menurut gue, bagian yang menyenangkan justru ada di episode-episode awal, dan egois sedikit, gw justru berharap drama ini tamat di episode ke-13 aja :D karena setelah episode 13, jalan ceritanya udah seperti cerita drama pada umumnya. Sejauh ini sih menurut gue demikian. (Note : Gue baru sampai di episode ke-21).

Ada beberapa komentar yang mengatakan bahwa drama ini mirip dengan In Time With You , tapi menurut gue, secara keseluruhan berbeda kok :D. Semoga bisa cepat selesai nontonnya yaa, nanti gue bakal kasih review nya kalo udah selesai ~

Ini trailer nya ~


Wednesday, July 4, 2012

Love Life

Watch it, feel it, and respect your life :)


Please just respect your life, don't just give up on it so easily :) 
- Love Life Documentary -

It is inevitable to face failure and setbacks in life, but compared to what these kids are going through, shouldn't you cherish your life ? 
- Love Life Documentary -

Saturday, June 2, 2012

Grant Their Wish !

Pernah gak galau untuk berbuat baik ? Pernah ragu untuk kasih sumbangan karena takut sumbangan kalian akan disalahgunakan ? 

Visit www.dropofhope.co now ! Langkah kecil bagi kita untuk mulai berbuat kebaikan, membantu mewujudkan harapan sederhana dari mereka yang membutuhkan. Tidak dalam bentuk uang, jadi tidak perlu ragu akan disalahgunakan, dan tidak melihat nominal yang kita sumbangkan !

Let's spread love ! :)

Finally, I Got It!

Setelah lama diundur dengan berbagai macam alasan, akhirnya hari Senin kemarin gue jadi bikin paspor. Awalnya niat mau nitip dibikinin bareng dengan yang punya si cece, tapi gak jadi karena waktunya bentrok dan harganya gak nahan mahal, hhehe. Akhirnya, bikinnya bareng sama teman. Nah, di sini gue bakal ceritain serinci-rincinya proses pembuatan paspor gue ~

Mari bikin paspor sendiri via Internet dan ga pake calo-caloan kalau mau hemat ! ~ Yeah, walaupun dibilang via online, tapi gak sepenuhnya online sih , hanya saja manfaatnya adalah kita gak perlu bolak balik kantor Imigrasi ampe 3 kali / 3 hari seperti yang bikinnya manual. 

Pertama. Siapin dokumen yang diwajibkan, seperti Akte Lahir, Kartu Keluarga, KTP. Karena gue masih mahasiswa, maka cuma perlu siapin 3 dokumen itu. Tambahannya bisa saja : Kartu Mahasiswa, Surat Rekomendasi dari Kantor (buat yang udah kerja), Ijazah. Untuk Kartu Keluarga, siapkan yang asli, jangan copy-an, karena ga bakal diterima kalo bawa asli tapi merupakan rangkap yang copy-an.

Kedua. Scan semua dokumen dalam format Grayscale dan size file nya jangan melebihi 1,8 MB.

Ketiga. Masuk ke web IMIGRASI. Pilih Pra Permohonan Personal. Oh ya, jangan lupa untuk enable pop up windows, karena server nya ga bakal jalan kalo pop up nya di block. Setelah masuk ke laman web berikutnya, isi data diri kita. Pastikan semua data yang diisi udah bener. Masukin / Upload scan dokumen yang diminta. Lanjut aja sampai ke laman terakhir yang meminta konfirmasi kapan kita akan datang ke kantor Imigrasi dan Kantor Imigrasi mana yang akan kita datangi. Setelah selesai dan Ok, nanti akan muncul file PDF yang berisi Bukti Pendaftaran Online kita, Print ! Karena bukti ini harus kita bawa pada saat kita datang ke Kantor Imigrasi. Gue milih untuk datang ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Jakarta Barat (Karena cuma Kanim ini yang sepertinya gue tahu lokasinya).

Hari Pertama. Siapin semua fotokopian dokumen beserta dokumen aslinya. Ingat, untuk KTP ataupun Kartu Mahasiswa, fotokopinya di Kertas A4, jangan dipotong ! Temen gue yang udah gue ingetin kalau fotokopian KTP jangan dipotong juga lupa akan hal ini, jadinya dia fotokopi ulang deh. Dan jangan lupa bawa bukti pendaftaran online kita. Tapi kalau tidak sempat untuk fotokopi, jangan khawatir, biasanya di dekat kantor Imigrasi ada tempat fotokopian juag:). Lalu, bangun yang pagi, gue sama temen berangkat dari kost-an (daerah Binus) pukul 05.50 WIB, jalan kaki ke pertigaan lampu merah batu sari, naik MetroMini 91 ke arah Grogol, turun di dekat Halte TransJakarta Grogol 1 sekitar pukul 06.30. Dari Halte Grogol 1, naik TJ transit di Halte Harmoni, dari Harmoni, naik lagi TJ ke arah Kota. Turun di Halte Kota, jalan kaki masuk menuju ke arah pusat wisata kota (yang ada Musem Wayang dll). Di sana ada Kantor Pos, nah, posisi Kanim nya tepat ada di sebelah Kantor Pos. Sempat kebingungan awalnya, tapi begitu liat di depan kita ada seorang ibu sama anaknya lagi jalan dan megang map transparan isinya Kartu Keluarga (pasti nih ibu mau bikin paspor juga), jadilah ikutin si ibu dan nyampe di Kanim. Sampai di sana pukul 07.45.

Berdasarkan referensi yang gue peroleh, langkah pertama adalah Beli Map ! Celingak celinguk nyariin tempat beli Map, dan ternyata posisinya kalau kita masuk dari gerbang, lurus, terus mentok, di sebelah kiri ada Kantin, nah di sebelah kantin itu ada tempat kecil yang jual map sama sarung paspor. Sempat menunggu karena yang jaga toko belum datang, dan harus antri. Soalnya, si ibu yang tadi kita ikutin, tiba-tiba nyerobot barisan dan langsung diteriakin sama ibu-ibu lainnya buat antri. Nunggu sekitar 5 menit, terus beli map kuning sama sarung paspor, satu paket @ Rp 7,000,-.

Langkah kedua, menuju ke dalam kantor imigrasi. Jam segitu udah ramai, padahal loket ataupun mesin untuk nomor antrian belum ada yang buka. Menunggu di dekat Loket Customer Service untuk ambil Formulir Pendaftaran (Gratis!). Beruntung adalah gue pergi sama temen, karena taktiknya adalah satu orang nungguin/antri buat ambil formulir, nah satu lagi antri buat ambil nomor antrian di mesin yang letaknya di tengah. Bahkan, mesin ambil nomor belum dihidupin, yang antri udah nyampe belasan orang. Bersyukur gue dapat nomor antrian 4 dan 5 untuk temen gue untuk antrian SPRI Online. Setelah itu, duduk di sebelah kanan ruangan sambil isi formulir pendaftaran, masukin formulir sama fotokopian dokumen dan bukti pendaftaran online ke Map Kuning. Sarung paspornya disimpen aja. Terus nunggu nomor antrian dipanggil ke Loket 1, khusus buat yang daftar online, kurang lebih nunggu 10 menit. Di Loket 1, kasih map kuningnya terus bakal dimintain dokumen aslinya buat di cek. Setelah itu, disuruh nunggu sampai namanya dipanggil di loket 5 buat ambil bukti serah terima berkas sama nomor antrian untuk pembayaran. Nah, bagian ini adalah bagian yang paling lama. Disarankan sih bawa bekal, novel atau lain sebagainya buat ngisi kebosanan. Kita nunggu kurang lebih sampai satu setengah jam. Tepat jam 10, baru mulai dipanggil namanya, cukup kasih liat KTP, terus dapet nomor antrian buat bayar. 

Langkah ketiga, bergerak ke arah kiri ruangan, ke dekat loket pembayaran, nunggu lagi ampe nomornya dipanggil, kurang lebih 10 menit. Abis itu bayar, untuk paspor 48 hal dikenain biaya Rp 255,000,-. Dikasih bukti pembayaran terus disuruh pindah ke gedung di depan buat wawancara sama foto. Sempat bingung, karena yang lain foto sama wawancaranya itu di gedung itu sendiri, tapi kenapa kita disuruh pindah ke gedung sebelah. dan ternyata, untuk yang daftar online, memang dipisahin tempat foto sama wawancaranya. 

Langkah cepat ke gedung sebelah. Langsung masuk buat foto sama scan sidik jari. Ga sempat pose !  Karena begitu duduk, langsung diambil begitu aja fotonya, lepas kacamata sama softlens (buat yang pake). Oh ya, ke Kanim itu harus pake kemeja berkerah dan sepatu ( No Kaos or Sandals). Setelah foto, scan sidik jari. Setelah itu nunggu dipanggil buat wawancara.

Wawancara. Ditanyain nama orang tua, alamat orang tua, dimintain dokumen asli buat dicek. Ditanya alasan bikin paspor, masih kuliah / kerja. Di bagian ini, gue mendapat sedikit masalah, dimana KTP gue beralamat di daerah, sedangkan sekarang gue tinggal di Jakarta, jadilah gue disuruh bikin surat pernyataan / keterangan alamat gue sekarang -.- (disuruh beli materai 6000 ke kantin). Wawancaranya berjalan lancar, terakhir disuruh tanda tangan di paspor sama di map kuning. Terus bukti pembayarannya dicek, ditulisin kapan kita harus balik lagi ke sana untuk ambil paspor. Gue datang hari Senin dan diminta untuk balik lagi ke sana ambil paspor hari Jumat jam 2 siang. 

Hari pertama selesai pukul 11.00 WIB ! Pas! Keuntungan dari datang pagi, karena semakin siang, semakin ramai, semakin lama, bisa jadi molor ampe siang kalo kepotong jam istirahat.

Hari Kedua. Bener-bener God is Good! Hari Jumat itu gue ga kerja, jadi gue bisa dengan tenang pergi ngambil paspor,  masih sama temen gue berangkatnya, rute yang sama, dan sampai di Kanim tepat Pukul 14.00 ! Samperin Loket pengambilan paspor perorangan, kasih liat bukti pembayaran, nunggu orangnya nyariin dokumennya. Abis itu tandatangan bukti pengambilan. PASPOR DI TANGAN ! (dengan foto wajah culun gara-gara ga pake kacamata) hhaha. Tapi yasudahlah yaa ~ 
 
Senang tentu ~~ 

Perincian biaya kalo bikin paspor sendiri :
  Ongkos Transportasi :
Rawa Belong- Grogol (2 x) - Transjakarta (4 x) - Rawa Belong (2x)
Rp    20.500
Map Kuning + Sarung Paspor
Rp      7.000
Materai 6000
Rp      7.000
Paspor +Administrasi
Rp   255.000
Total
Rp   289.500

Mudah kan ? :) :) :)

Saturday, May 5, 2012

Heartbeat Love

* Gue baru aja selesai menjalankan masa-masa jadwal tidur ga beres (re : Mid Term).  Mid Term kali ini cukup membuat gue stress, terutama untuk mata kuliah yang SKS nya jumbo, mengingat kembali H-1 ujian mata kuliah itu : gue belajar 18 jam non-stop -.- , cukup mengenaskan. Tapi Puji Tuhan nilainya memuaskan :). Butuh banyak doa untuk hasil ujian yang lainnya ~ Want to say : Thank You God for Your unlimited love :) , thank you dear A, for your unlimited support and always be there for me, thank you my family (Mom, Dad, Sis, Bro) and also my friends :)

* Semalam gue nonton satu micro film dari Taiwan, judulnya "Heartbeat Love" - "再一次心跳" yang dibintangi oleh Show Luo dan Rainie Yang. Really awesome! 


Synopsis :
Heartbeat Love is a miniseries (5 episodes) that chronicles the love story between two travellers (Show and Rainie) who happen to share a hotel room in Australia by accident. Rainie initially mistakes Show for being gay, but eventually discovers that he is straight, resulting in a very angry Rainie! However, through the whole trip, the two of them grow close and end up confiding their innermost thoughts and emotions to each other. 


Review : 
Micro film ini kalau ga salah (bener) tayangnya online, dan juga katanya, episode (part) 1 mencapai 3.000.000 viewers ! Ceritanya mungkin memang standar kalo menurut kebanyakan orang, tapi dari sudut pandang gue, gue menyimpulkan bahwa micro film ini : Short...Simple..Great and Really Awesome !

Ceritanya memang pendek (tidak memakan durasi waktu yang panjang , setiap part hanya kurang lebih 10 menit dan totalnya ada 5 part). Tapi justru di sanalah letak kekuatannya bagi gue, cerita yang tidak membosankan (walaupun memang standar tentang drama percintaan) , karena ada teka-teki di dalamnya yang membuat kita penasaran dan hanya bisa ditemukan jawabannya di akhir cerita. Penghayatan yang kuat dari masing-masing karakter dalam film ini membuat suatu cerita yang simple terasa sangat menakjubkan. Satu lagi poin penting dalam film ini adalah : setting tempatnya berlokasi di Australia ! Soo damn beautiful ~
Kata-kata (dialog) yang gue ingat dalam film ini [gue terjemahin ke dalam bahasa gue sendiri :) ] :
- Waktu itu adalah milik kita sendiri - Li Wei Cheng (Show) ; Ini diucapkan ketika Xiao Yu (Rainie) bertanya kenapa Li Wei Cheng datang ke Australia. Li menjawab bahwa selama ini dia selalu sibuk bekerja nine to five, sama sekali tidak memiliki waktu luang untuk berlibur, dan saat itu dia tersadar, bahwa waktu itu adalah milik dia sendiri, maka lakukanlah apa yang ingin kita lakukan.

- Selama jantungku masih berdetak, maka aku akan terus mencintaimu - Li Wei Cheng (Show) ; Ini diucapkan ketika mereka tengah mengarang cerita bohongan kepada orang-orang yang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih - tapi sesungguhnya, kalimat ini diucapkan dengan oleh Li dengan jujur :)

Film ini entah kenapa membangkitkan semangat gue , entah kenapa, inti yang gue dapat dari film ini justru bukanlah tentang kisah percintaan mereka, melainkan adalah suatu pandangan tentang kebebasan dan keberanian. Gue sempat berniat membatalkan perjalanan gue ke suatu tempat di luar Indonesia, karena gue merasa takut jika gue harus pergi sendiri. Tapi, tiba-tiba gue merasa, menikmati perjalanan sendirian, why not? what's wrong? :) Mencoba untuk menikmati dunia dari suatu tempat yang berbeda dan dari sudut pandang yang berbeda bagi gue sekarang terasa sangat menakjubkan ~ Seperti Xiao Yu yang dalam film ini menemukan suatu tempat yang membuatnya terpesona dan begitu terikat , yaitu Pulau Tasmania (Bagian dari Australia). Mungkin saja suatu saat, gue bisa menemukan suatu tempat demikian yang bisa membuat gue takjub :) [and maybe Australia will be my next target! :D ]
 
* Di atas langit masih ada langit :) - Tiba-tiba merasa gue ini kagak ada apa-apanya kalau dibandingkan sama teman-teman yang sukses di luar sana (yah, memang seharusnya tidak boleh membanding-bandingkan diri dengan orang lain). Hanya saja terkadang, merasa bahwa tidak seharusnya orang-orang menilai kita dari "prestasi", belakangan ini gue bertemu dengan banyak pihak yang sangat "subjektif" (menurut gue). Bagi mereka, jika anda tidak memiliki prestasi maka mereka tidak akan mengenal anda, namun ketika anda bisa mengukir suatu prestasi yang hebat, maka anda akan dijunjung setinggi mungkin. Apakah mereka pernah berpikir bahwa ada beberapa orang yang memilih untuk tidak meraih prestasi karena halangan-halangan yang mereka miliki ? Well, ini dari sudut pandang gue. Seperti yang gue bilang, things are unpredictable, you judge others, others judge you, because that's life...

* Satu hal yang sangat mengganggu gue belakangan ini adalah perbedaan pendapat gue dengan seorang teman. Oh dear, how can you judge me like that ?

* Postingan kali ini : panjang , terlalu banyak keluh kesah dan sangat random :p. I'm so sorry ~


Tuesday, April 24, 2012

Sea Turtle Soup a.k.a Pioh Tim

Nemenin si mama jalan-jalan ke Pasar Glodok (Petak Sembilan). Terus masuk ke barisan yang banyak jualan makanan, salah satunya Pioh Tim. Karena penasaran sebenarnya ini makanan apa, jadilah mampir, pesan semangkuk, makan bertiga. Hahaha. Setelah disajiin, ternyata Pioh Tim itu Sup Daging Penyu !


Rasanya ? Hmm..enak, tapi sedikit ada rasa obat-obatan gitu, mungkin karena dia ada pake biji kice (biji obat-obatan China) dan sepertinya pakai daun ketumbar. Tapi rasa kuahnya segar kok. Dagingnya juga enak. Kata mama, sering-sering makan kayak gitu bagus buat kesehatan. Hmm..pernah dengar kesehatan itu mahal harganya ? Sama seperti Pioh Tim ini, menurut gue harganya tergolong mahal, 36k per porsi, tapi sebanding kok dengan rasa dan manfaatnya :)

Monday, April 23, 2012

Joni Steak

Senin malam. Ga ada tujuan. Nyasar ke Joni Steak :D
Tempatnya luas, dan rame ! Buka ampe jam 12 malam (tapi ga duapuluhempat jam) ~




Gue pesen Tenderloin Steak (Import) Saus Barbeque, si dia pesen Sirloin Steak(Import) Saus Jamur. Rasa dan porsinya gak mengecewakan, karena pas kenyangnya dan ga bikin bosan di lidah. Sausnya juga enak :D

Untuk harganya :
Tenderloin Steak (Import) 44k
Sirloin Steak(Import) 40k

You must try :D

Saturday, April 21, 2012

Rasane - Rasa yang Standar :(

 Rasane - Greenville




Satu kata : standar :( . Rasa makanan nya biasa aja, ga ada yang istimewa, agak kecewa karena harganya berbanding terbalik (re : mahal). Servisnya pun kurang memuaskan, lama dan salah menyajikan makanan. Kerang bambu nya agak aneh rasanya, saus tiramnya ga berasa, sedangkan untuk udang bakarnya, ini masih lumayan, hanya saja dibilang jumbo, tapi aslinya kecil loh, hahaha. Ikan bawalnya pun standar abis, tapi begitu dipaduin sama sambelnya, rasanya jadi lumayan enak. Tempatnya lumayan luas dan enak. Karena perginya sama cece dan cowoknya, jadinya ga berani ambil foto kelamaan, hahhaa.

Sate Babi Johan - Green Ville

Gara - gara si cece diajak sama cowok nya makan di sana, terus pasang DP bbm foto sate nya, tergoda ~~ Jadilah ajak si dia pergi makan..


Seriously, satenya mantap ! Karena serakah, pesannya dicampur semua, sate hati, sate daging, sate samcan, sate kulit. Hiahahha. Liat gak di foto, ada jeruk sate kan yah ? Entah kenapa, gue sama sekali tidak menyadari keberadaan nya sampe selesai makan, pantesan saja merasa ada yang kurang. :s. Tapi, walaupun ga pake jeruk, rasanya pun udah mantap. Bumbunya meresap ampe ke dagingnya, rasanya tuh kayak sate buatan mama. Hampir mendekati! :D

Dan yang ga kalah mantapnya adalah ... taraa ~

 
Sayur Asinnya bener-bener persis kayak bikinan mama.

Harganya juga ga mahal loh ~ satenya 2k-3k per tusuknya dan Sop Sayur Asinnya juga ga mahal, 8k per porsi kalau tidak salah. Tempatnya juga luas dan nyaman :)

Kuo Tie Shantung ? So Yummy !

Pertama kali jalan - jalan ke Green Ville , liat banyak tempat makan yang jual "Kuo Tie", sering liat di tv tentang camilan yang satu ini, ga nyangka ternyata di Jakarta juga ada jual. So, pastinya langsung nyobain :D


Rasanya ? Enak ! Isinya banyak daging, kulit luar nya lembut, terutama kalau dipadu sama saus spesialnya yang asam dan manis. 

Gue ga tau Kuo Tie itu aslinya komposisi yang bener kayak gimana, karena untuk kedua kalinya nyoba (masih di daerah Green Ville juga, tapi tempat yang berbeda), isinya kebanyakan sayur, sedangkan yang pertama kali gue coba ini, dia hampir ga ada sayurnya. Dulu kalo ga salah pernah dengar kalo Kuo Tie itu bikinnya agak susah, mungkin karena teksturnya yang  halus sama penggunaan minyak yang ga banyak kali yah. FYI, harga per posinya kisaran 25k - 30k (berbeda setiap tempat).

Featured Post

8 Days Trip : Macau - Shenzhen - Hongkong (Prologue)

Liburan bareng ke luar negeri yuk ! Ide yang tercetus saat lagi mumet selama peak season tahun lalu. Berawal dari sanalah, semua persiapan m...